IN NOMINE DEI MISERATORIS, MISERICORDIS

Lege in nomine Domini tui, qui creavit:

Kamis, 24 Februari 2011

COLORES

NIGER

ALBVS

RVBER

PVNICEVS

FLAVVS

AQVILVS

CAERVLEVS

VIRIDIS

PVRPVREVS

AVRANTIVM

ORA ET LABORA .L.

 

Minggu, 20 Februari 2011

DECLINATIONES ADIECTIVORVM

DECLINATIO PRIMA ET SECVNDA

 

1. Ajektiva dalam -us

bonus, baik   tema vokal bono- m. dan n., bona- f.   akar kata bon-

Singularis

 

MASC.

FEM.

NEUT.

Nom.

bonus

bona

bonum

Gen.

bonī

bonae

bonī

Dat.

bonō

bonae

bonō

Acc.

bonum

bonam

bonum

Abl.

bonō

bonā

bonō

Voc.

bone

bona

bonum

Pluralis

Nom.

bonī

bonae

bona

Gen.

bonōrum

bonārum

bonōrum

Dat.

bonīs

bonīs

bonīs

Acc.

bonōs

bonās

bona

Abl.

bonīs

bonīs

bonīs

Voc.

bonī

bonae

bona

 

2. Ajektiva dalam –er

 

Seperti kata benda dalam deklinasi kedua, kata sifat ini dibagi dalam dua kelompok:

  • Kata sifat yang mempunyai satu tingkat apofonico, dimana «e» tetap tetap ikut dalam semua bentuk deklinasi.

 

līber, bebas  tema vokal lībero- m. dan n., līberā- f.   akar kata līber-

Singularis

 

MASC.

FEM.

NEUT.

Nom.

līber

lībera

līberum

Gen.

līberī

līberae

līberī

Dat.

līberō

līberae

līberō

Acc.

līberum

līberam

līberum

Abl.

līberō

līberā

līberō

Voc.

līber

lībera

līberum

Pluralis

Nom.

līberī

līberae

lībera

Gen.

līberōrum

līberārum

līberōrum

Dat.

līberīs

līberīs

līberīs

Acc.

līberōs

līberās

lībera

Abl.

līberīs

līberīs

līberīs

Voc.

līberī

līberae

lībera

 

  • Kata sifat yang mempunyai dua tingkat apofonico, di mana «e» masih ada hanya dalam Nom. dan Voc. sing. m,  sedangkan dalam casus  lainnya «e» hilang.

 

pulcher, indah   tema vokal pulchro- m. dan n., pulchrā- f.   akar kata pulchr-

Singularis

 

MASC.

FEM.

NEUT.

Nom.

pulcher

pulchra

pulchrum

Gen.

pulchrī

pulchrae

pulchrī

Dat.

pulchrō

pulchrae

pulchrō

Acc.

pulchrum

pulchram

pulchrum

Abl.

pulchrō

pulchrā

pulchrō

Voc.

pulcher

pulchra

pulchrum

Pluralis

Nom.

pulchrī

pulchrae

pulchra

Gen.

pulchrōrum

pulchrārum

pulchrōrum

Dat.

pulchrīs

pulchrīs

pulchrīs

Acc.

pulchrōs

pulchrās

pulchra

Abl.

pulchrīs

pulchrīs

pulchrīs

Voc.

pulchrī

pulchrae

pulchra

 

Gothic_U_lntuk mengetahui apakah suatu kata sifat itu akan tetap dengan «e» atau tidak, cukuplah dengan memperhatikan bentuk Nom. femininum tunggal; jika berakhiran dengan -ĕra, maka untuk selanjutnya «e» akan tetap ada; namun kalau berakhiran «–ra», maka «e» hanya akan ada dalam Nom. dan Voc. tunggal masculinum.

 

Beberapa Catatan Praktis

a.   Seperti telah dikatakan di atas bahwa kata sifat selalu menyesuaikan diri dengan genus, numerus, dan casus kata bendanya. Namun tidak berarti bahwa desinansi (tasrif) kata sifat itu sama dengan kata bendanya. Kata sifat seringkali juga mempunyai desinansi tersendiri. Contoh: discipulus piger (murid yang malas)

 

Malahan seringkali dalam rangka penyesuaian dengan genus, casus, dan numerus tersebut, bisa terjadi bahwa antara kata benda dan kata sifat memiliki bentuk akhiran yang sama sekali berbeda dalam semua deklinasinya.

 

Contoh:

«agricola, -ae» (=petani) bergenus m., tapi tetap harus ditasrifkan sesuai dengan desinansi-nya (-a, -ae); sedangkan kata sifat yang mengikuti harus juga m.,  dan kata sifat untuk m. berakhiran –us (sedulus = rajin, tekun) dan harus ditasrifkan juga sesuai dengan desinansi itu (-us, -i). Maka hasilnya sebagai berikut:

 

agricola sedulus

agricolae seduli

agricolae sedulo

agricolam sedulum

agricola sedule

agricola sedulo

agricolae seduli

agricolarum sedulorum

agricolis sedulis

agricolas sedulos

agricolae seduli

agricolis sedulis

     

Contoh lain:

«pōpŭlus, -i» bergenus F, tapi tetap harus ditasrifkan sesuai dengan desinansi-nya (-us, -i); maka kata sifat yang mengikuti juga harus bergenus F, dan kata sifat untuk femininum berakhiran –a, dan harus ditasrifkan juga sesuai dengan desinansi itu (-a, -ae). Maka hasilnya sebagai berikut:

 

            populus alta                               populi altae

            populi altae                                populorum altarum

            populo alta                                populis altae

            populum altam                           populos altas

            popule alta                                 populi altae

            populo alta                                populus altae

 

(Harap dibedakan: pōpŭlus, -i.  fem.,  = «suatu jenis pohon»; dengan pŏpŭlus, -i. masc. yang berarti «bangsa, rakyat»).

 

b.   Ada kelompok kata sifat yang boleh disebut pronominatif (memiliki ciri seperti kata ganti), karena di dalam tasrifnya memang mempunyai akhiran seperti kata ganti, yakni dalam Gen. sing. berakhiran –īus dan dalam Dat. –ī.

            unus, -a, -um           : satu

            totus, -a, -um           : semua

            alius, -a, -um           : yang lain (di antara banyak)

            alter, -ĕra, -ĕrum     : yang lain (di antara dua)

            solus, -a, -um          : sendiri

            nullus, -a, -um          : tak seorang/sesuatu

            ullus, -a, -um            : seseorang/sesuatu

            uter, utra, utrum       : mana dari dua?

 

            Contoh tasrif:

SINGVLARIS

MASC.

FEM.

NEUT.

Nom.

Totus

Tota

Totum

Gen.

Totius

Totius

Totius

Dat.

Toti

Toti

Toti

Acc.

Totum

Totam

Totum

Abl.

Toto

Tota

Toto

Voc.

Tote

Tota

Totum

PLVRALIS

 

MASC.

FEM.

NEUT.

Nom.

Toti

Totae

Tota

Gen.

Totorum

Totarum

Totorum

Dat.

Totis

Totis

Totis

Acc.

Totos

Totas

Tota

Abl.

Totis

Totis

Totis

Voc.

Toti

Totae

Tota

 

 

DECLINATIO TERTIA

 

Kata sifat kelompok kedua ini mengikuti tasrif seperti deklinasi ketiga. Aturan umum untuk kelompok ini:

·         Ablativus singularis: -i

·         Genetivus pluaris: -ium

·         Nom., Acc., pl. neutrum: -ia

Kelompok ini terbagi dalam tiga bagian, menurut jumlah bentuk dalam casus nominativus-nya:

 

1. ADIECTIVA TRIVM FORMARVM

 

ācer, ācris, ācre, tajam, keras

tema vokal ācri-   akar kata ācr-

 

Singularis

Pluralis

 

MASC.

FEM.

NEUT.

MASC.

FEM.

NEUT.

Nom.

ācer

ācris

ācre

ācrēs

ācrēs

ācria

Gen.

ācris

ācris

ācris

ācrium

ācrium

ācrium

Dat.

ācrī

ācrī

ācrī

ācribus

ācribus

ācribus

Acc.

ācrem

ācrem

ācre

ācrīs, -ēs

ācrīs, -ēs

ācria

Abl.

ācrī

ācrī

ācrī

ācribus

ācribus

acribus

Voc.

ācer

ācris

ācre

ācrēs

ācrēs

ācria

 
2. ADIECTIVA DVARVM FORMARVM

 

omnis, omne, setiap, seluruh

tema vokal omni-   akar kata omn-

 

Singularis

Pluralis

 

MASC. DAN FEM.

NEUT.

MASC. DAN FEM.

NEUT.

Nom.

omnis

omne

omnēs

omnia

Gen.

omnis

omnis

omnium

omnium

Dat.

omnī

omnī

omnibus

omnibus

Acc.

omnem

omne

omnīs, -ēs

omnia

Abl.

omnī

omnī

omnibus

omnibus

Voc.

omnis

omne

omnēs

omnia

 
3. ADIECTIVA VNIVS FORMAE

 

pār, sama dengan   tema vokal pari-   akar kata par-

 

Singularis

Pluralis

 

MASC. DAN FEM.

NEUT.

MASC. DAN FEM.

NEUT.

Nom.

pār

pār

parēs

paria

Gen.

paris

paris

parium

parium

Dat.

parī

parī

paribus

paribus

Acc.

parem

pār

parīs, -ēs

paria

Abl.

parī

parī

paribus

paribus

Voc.

pār

pār

parēs

paria

 

Beberapa Catatan Tambahan:

 

Nama Bulan

Gothic_Capital_Aslinya, nama-nama bulan dalam bahasa Latin merupakan kata sifat yang mengikuti kata mensis, -is (bulan). Namun selanjutnya bisa juga digunakan secara berdiri sendiri seperti kata benda, dan berjenis m.. Sebagai kata sifat mengikuti aturan sbb:

a.    kata sifat dengan tiga bentuk:

M.

F.

N.

September

Septembris

Septembre

October

Octobris

Octobre

November

Novembris

Novembre

December

Decembris

Decembre

b.    kata sifat dengan dua bentuk:

                  i.        Aprilis (M.,F.), Aprile (N.)

                 ii.        Quintilis (M.,F.), Quintile (N.) (kemudian disebut Iulius, untuk menghormati G. Iulius Caesar)

               iii.        Sextilis (M.,F.), Sextile (N.) (kemudian disebut Augustus, untuk menghormati raja pertama)

 

Gothic_O_lleh karena itu tasrif untuk nama bulan mengikuti aturan tasrif kata sifat kelompok kedua, terutama berkaitan dengan ablativus tunggal yang berakhiran –i.

 

Untuk menyatakan: “pada bulan April” dituliskan “mense Aprili” (tidak mense Aprile) atau bisa juga digunakan secara berdiri sendiri “Aprili”, dst.

 

Nama-nama bulan yang lain: Ianuarius, Februarius, Martius, Maius, Iunius, mengikuti aturan kata sifat kelompok pertama (-us, -a, -um).

 

Bulan dalam jaman Romawi dihitung dari Maret yang merupakan awal tahun Romawi. Maka bulan Juli merupakan bulan kelima (Quintilis); Agustus bulan keenam (Sixtilis); ketujuh: September; kedelapan: October; kesembilan: November; kesepuluh: December.

 

Beberapa kekecualian beberapa kata sifat dengan satu bentuk:

Beberapa kata sifat yang dalam Abl. sing. berakhiran –e, dan Gen. plur. –um.

Nominativus

Abl. sing.

Gen. plur.

dives, divĭtis (kaya)

divĭte 

divĭtum

pauper, pauperis (miskin)

paupĕre

paupĕrum

partĭceps, particĭpis (penyerta)

participe

particĭpum

sospes, sospĭtis (selamat)

sospĭte

sospĭtum

superstes, superstĭtis

superstĭte

superstĭtum

vetus, vetĕris, (tua, antik)

vetĕre

vetĕrum

 

Ada beberapa kata juga yang dalam Abl. singular berakhiran –i, tapi Gen. plural –um:

Nominativus

Abl. sing.

Gen. plur.

memor, memŏris (mudah ingat)

memŏri

memŏrum

immĕmor, immemŏris

immemŏri

immemŏrum

inops, inŏpis (berkekurangan)

inŏpi

inŏpum

supplex, supplĭcis (rendah hati)

supplĭci

supplĭcum

 

Gothic_N_lon tam praeclarum est scire Latine, quam turpe nescire.

.L.