IN NOMINE DEI MISERATORIS, MISERICORDIS

Lege in nomine Domini tui, qui creavit:

Rabu, 16 Februari 2011

CASVS LATINI

Gothic_B_lerbeda dengan bahasa Indonesia, nomina dan ajektiva dalam Bahasa Latin memiliki lima akhiran baku yang disebut declinatio (deklinasi) yang mengalami perubahan sufiks sesuai dengan perannya (kasus) dalam sebuah kalimat. Melalui sufiks-sufiks tersebut, kita dapat mengetahui apakah nomina itu bersifat tunggal atau jamak (dalam numerus), masculinum (m.), femininum (f.) atau neutrum (n.) (dalam genus), serta juga kasusnya.

Sebagai contoh, kalau suatu kata benda dalam kalimat sebagai pokok kalimat (subyek) berbeda akhirannya kalau ia sebagai obyek penderita, sebagai obyek pelengkap, sebagai keterangan tempat, sebagai pelaku dalam kalimat pasif, dan sebagainya. Ada tujuh kasus dalam bahasa Latin, yaitu:

  1. Nominativus (nominatif), untuk selanjutnya disingkat nom. adalah kasus yang menyatakan bahwa sebuah nomina memiliki fungsi sebagai pokok kalimat (subyek) dalam bahasa Latin. e.g. REGINA amat rosam. (RATU mencintai bunga mawar).
  2. Genetivus (genetif), untuk selanjutnya disingkat gen. adalah kasus yang menyatakan bahwa sebuah nomina memiliki hubungan kepemilikan dengan nomina lainnya dalam bahasa Latin. e.g. Filia REGINAE amat rosam. (Putri RATU mencintai bunga mawar).
  3. Dativus (datif), untuk selanjutnya disingkat dat. adalah kasus yang menyatakan bahwa sebuah nomina memiliki fungsi sebagai penerima suatu perbuatan atau pelengkap penyerta (obyek tak langsung) dalam bahasa Latin. e.g. Incola dat rosam REGINAE. (Penduduk memberi bunga mawar kepada RATU).
  4. Accusativus (akusatif), untuk selanjutnya disingkat acc. adalah kasus yang menyatakan bahwa sebuah nomina memiliki fungsi sebagai pelengkap penderita (obyek langsung) dalam bahasa Latin. e.g. Incola amat REGINAM. (Penduduk mencintai RATU).
  5. Ablativus (ablatif), untuk selanjutnya disingkat abl. adalah kasus yang menandai makna gerak dari, cara atau tempat pada nomina, atau yg sejenisnya juga sebagai pelaku pada bentuk pasif dalam bahasa Latin. e.g. Incola amatur a REGINA. (Penduduk dicintai oleh RATU).
  6. Vocativus (vokatif), untuk selanjutnya disingkat voc. adalah kasus yang menyatakan bahwa sebuah nomina memiliki fungsi sebagai seruan atau panggilan dalam bahasa Latin. e.g. REGINA, ama incolam. (O RATU, cintailah penduduk).
  7. Locativus (lokatif), untuk selanjutnya disingkat loc. adalah kasus yang menyatakan makna 'tempat' pada nomina atau sejenisnya dalam bahasa Latin. e.g. DOMI est. (Dia ada di RUMAH).

Masing-masing kasus itu memiliki akhiran untuk menyatakan pertaliannya dengan kata yang lainnya.

Genus dalam bahasa Latin ditentukan sebagai berikut:

  • Masculinum: semua nama, pekerjaan, pangkat orang lelaki, juga nama sungai;
  • Femininum: semua nama, pekerjaan, pangkat orang wanita, juga nama pohon, negeri, pulau, dan kota;

Dengan demikian dalam bahasa Latin, setiap nomina memiliki 14 infleksi (enam untuk jenis tunggal dan enam untuk jenis jamak), dan setiap ajektiva memiliki 42 infleksi (14 untuk tunggal dan jamak masculinum, 14 untuk tunggal dan jamak femininum, dan 14 untuk tunggal dan jamak neutrum).

Untuk mengetahui sebuah nomina atau ajektiva termasuk dalam deklinasi yang mana, perlu diketahui terlebih dahulu kasus nominatif dan kasus genetif dari kata tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar